Apakah aku sudah benar-benar hidup?
Ketika selama 24 jam dalam sehari aku masih membanding-bandingkan diri dengan orang lain?
Apakah aku memang benar-benar hidup?
Saat setiap yang perbuatan dijadikan pembuktian kepada manusia?
Apakah aku benar-benar hidup?
Ketika rembulan sudah menampakkan wajahnya di kanvas langit,
aku terus sibuk menghitung-hitung nikmat yang belum di raih?
Apakah aku yakin sudah benar-benar hidup?
Saat hati merasa dendam, marah, benci ketika banyak orang melecehkan?
Apakah aku layak dikatakan benar-benar hidup?
Ketika diri masih saja mencari apa yang layak dijadikan motivasi?
Entah, apakah aku, kau dan kalian semua sudah benar-benar hidup atau hanya sekedar ada?
Jika aku sudah benar-benar hidup,
Mengapa aku harus berupaya membuktikan kepada semua orang bahwa 'aku' pun bisa menjadi sesuatu.
Mengapa aku tidak cukup terlelap di malam yang terasa amat singkat bagi mereka yang benar-benar lelah.
Mengapa aku terus saja mendikte ALLAH sesuai dengan apa yang aku mau?
Mengapa aku berani mengatur ALLAH dengan sedikitnya rasa syukur?
dan
Mengapa aku tidak cukup menjadikan ALLAH sebagai satu-satunya motivasi dalam hidup ini?
Penyemangat ketika langkah terasa mulai berat
Pelipur lara tatkala hati undah
Penguat saat iman mulai futur
Bagaimana? apa kita sudah benar-benar hidup?
*Jangan dihiraukan, ini hanya koreksi untuk diri saya sendiri.
At home, 23rd June 2015
Selasa, 23 Juni 2015
Rabu, 06 Mei 2015
Pernikahan, Tidak Selalu Semanis Madu (Bag. 1)
Pernikahan adalah waktu yang di nantikan oleh banyak orang. Bagi seorang wanita, pernikahan adalah salah satu mimpi dalam kehidupannya. Dimana seorang laki-laki mengucapkan ijab kabul atas namanya dan menjadikan ia ratu semalam. Pernikahan dan pernak-perniknya memang selalu indah dalam angan. Ketika status seseorang berubah menjadi suami atau istri. Indah memang, jika ada teman dan pendamping yang siap menjalani hidup bersama baik dalam keadaan susah ataupun senang. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak tau apa tujuannya menikah. Tolak ukur memilih pasangan bukan lagi berdasarkan kesholehannya tapi apakah ia hartawan dan rupawan. Sering kali keberhasilan dunia menjadi kriteria utama seseorang dalam mencari pasangan. Mereka berpikir limpahan harta tidak akan membuat mereka kesusahan sehingga hidup akan selalu bahagia dan sejahtera. Padahal banyak sekali pasangan dengan pernikahan yang mewah, memiliki pasangan rupawan namun pernikahannya tidak lebih bagai seumur jagung saja. Oleh karena itu, islam yang merupakan agama sempurna telah memberi petunjuk dalam memilih pasangan hidup. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:
"Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena
kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu
pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian,
niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)
"Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama
dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah
di muka bumi dan kerusakan yang besar.”
(HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi)
Kemudian ada yang bertanya, lantas apakah setelah memilih pasangan karena kesholehannya kehidupan rumah tangga tidak akan ada masalah?. Jawabannya tentulah tidak. Bukankah pernikahan merupakan satu diantara sekian banyak ibadah yang mulia?. Dan apakah orang yang sedang berusaha menjalankan ibadah-ibadah Allah tidak akan Allah uji kembali?. Jauh-jauh hari Allah telah memperingatkan bahwa Allah membutuhkan bukti dari keimanan seseorang yaitu melalui ujianNya.
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja)
mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan
sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya
Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (QS. Al-Ankabut : 2-3)
Tersebab pernikahan tidak selalu semanis madu (bahkan madu juga ada yang pahit loh, madu hitam ^^ ), duhai saudariku mari mempersiapkan diri untuk menjadi istri dan pendamping terbaik bagi suamimu kelak. Karena pernikahan begitu indah seperti pelangi namun berdampingan dengan hujan dan kilat yang menyambar.
1. Saudariku, terimalah ia seperti adanya...
Perempuan dan laki-laki adalah dua insan yang berbeda, baik secara fisik dan sifat. Perempuan yang Allah anugerahi sifat lemah lembut lebih cenderung menggunakan hati dan perasaanya. Laki-laki yang telah Allah takdirkan menjadi pemimpin dalam rumah tangga lebih banyak menggunakan akalnya. Karena dalam sebuah kerajaan seorang pemimpin tidak hanya membutuhkan perasaan saja untuk menjaga keseimbangan istana namun juga pikiran yang jernih dan akal yang sehat sehingga semuanya akan saling berkesinambungan.
Wanita, mahluk yang dimuliakan islam cenderung memiliki hati yang lebih sensitif dan perasa jika dibandingkan dengan laki-laki. Tidak heran, jika sebelum menikah banyak sekali yang di angankan mengenai sosok sang pujaan hati kelak. Pria sholeh yang penuh romantisme seperti Rasulullah atau kejenakaan seperti Abu Nawas. Bukanlah hal yang salah jika seorang wanita memiliki kriteria tambahan dalam mencari pasangan selain dia adalah laki-laki yang sholeh, sah-sah saja. Tapi, sebaiknya tidak perlu di jadikan syarat mutlak karena kelak kekecewaan yang akan kita dapatkan.
Kadang kala kita bermimpi mendapatkan pasangan seromantis Rasulullah, sayangnya kita lupa bahwa diri belum sebanding dengan Khodijah, Aisyah dan Ummu Salamah. Suami yang Allah takdirkan ternyata jauh dari sifat romantis. Jangankan berlomba lari seperti Rasulullah dan Aisyah mengucapkan kalimat-kalimat mesra pun hanya hitungan jari. Yakinlah dibalik kekurangannya yang tidak pandai merangkai kata, mungkin saja ia laki-laki yang setia, penuh cinta dan bertanggung jawab.
Bagi pasangan yang menikah sesuai syariat yakni tanpa melalui pacaran yang haram, tentu akan banyak kejutan-kejutan di awal pernikahan. Setiap harinya kita seperti membuka kado-kado kecil dengan banyak kejutan di dalamnya. Sifat-sifat pasangan yang sebelumnya di ketahui satu demi satu mulai terlihat. Jangankan tidak pacaran, yang pacaran bertahun-tahun saja boleh jadi tidak tahu sifat aslinya karena ketika mereka menjalani hubungan yang haram semua hanyalah kamuflase belaka.
Ukhti, jangan pernah menyesali pernikahanmu hanya karena suamimu jauh dari seperti apa yang kau harapkan. Karena Allah lebih tahu mana yang terbaik untukmu. Syukuri apa yang kau miliki saat ini. Jangan lihat pada kekurangannya tapi lihatnya kelebihannya. Jangan sampai kita menjadi penghuni neraka karena sedikit sekali syukur kita tentangnya.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu." (QS. Al-Baqarah : 216)
“ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?” Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.” Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab:“Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)
"Istrimu bukan bidadari, dan kamu bukan malaikat...." (Ustad Syafiq Riza Basalamah)
2. Saudariku, Ia adalah Nahkodamu...
Kaum feminis, yang menyuarakan hak-hak wanita atas dasar HAM dan emansipasi membuat wanita lupa terhadap kodratnya. Sehebat apapun seorang wanita, secerdas, secantik maupun sekaya apapun ia, seorang wanita tetap berada dibawah kepimpinan suaminya. Pola pikir para kaum komunis sedikit banyak mengacaukan biduk rumah tangga. Wanita membangkang suami dan justru menjadi pemimpin dalam rumah tangganya. Munculah istilah suami-suami takut istri. Suami mulai kehilangan jati diri dan haknya dalam rumah tangga. Wanita dengan HAM nya merasa berhak tidak menuruti perintah suami jika dirasa tidak sesuai dengan kehendaknya. Dengan sangat mudah kata cerai terucap, perasaan gusar karena melakukan sesuai yang begitu Allah benci (cerai) pun sirna terbawa zaman.
Ukhti, sehebat apapun engkau diluar sana atau sebanyak apapun orang yang menaruh hormat kepadamu, dirumah kau tetap harus patuh dan taat kepada suamimu selama hal tersebut tidak keluar dari koridor syariat. Patuhi ia, bahagiakan hatinya dan jadilah pendamping dan istri terbaik karena surga akan menjadi lebih dekat.
3. Ketika, Keuangan Belum Menjanjikan
Mengingat kata uang, ana teringat satu kalimat dari seorang guru "Money is not everything, but without money, you are mothing". Uang memang bukanlah segalanya, tapi tanpa uang kamu tidak berarti. Kehidupan di dunia memang tidak pernah menjanjikan kebahagiaan yang haq kecuali bagi mereka yang orientasi hidupnya adalah kehidupan akhirat. Orang-orang kapitalis menjadikan uang adalah segalanya bahkan sampai mereka menuhankannya. Tapi bagi seorang muslim, uang hanyalah alat dan sarana yang tujuannya adalah untuk meraih ridho Allah.
Saudariku, rumah tangga tidaklah semulus jalan tol. Rumah tangga itu ibarat jalan di perkampungan, penuh liku, banyak batu dan kerikil. Ketika kau dihadapkan pada tikungan-tikungan yang tajam jadilah seorang pengemudi yang ulung yang selalu bersiap siaga memegang kendali. Saat ekonomi keluarga begitu sulit, jangankan membeli rumah untuk makan sehari-hari saja masih terasa kurang. Bersabarlah, nikmati hujan yang saat ini turun. Ingat akan selalu ada pelangi, jika kau tidak melihatnya di dunia mungkin saja pelangimu sedang menanti si surga.
Saudariku, syukuri seberapapun rezeki yang suamimu bawa pulang. Hiburlah ia dengan senyuman terbaikmu. Berikan ia canda tawa sebagai penghilang lelah. Jangan menuntut apa yang tidak suamimu mampu. Jadilah istri yang selalu bersyukur atas nafkah dari suamimu. Karena kita mahluk dunia yang bisa diperbudak uang, kita adalah hamba Allah yang menjalani hidup untuk menuju ridhoNya. Insya Allah.
4. Saat, Si Kecil Tak Kunjung Hadir
Salah satu tujuan menikah adalah untuk memiliki keturunan sehingga nasab akan terus berlanjut. Selain itu, ada jaminan amal yang tidak terputus dari anak-anak yang sholeh. Tidak sedikit orang tua yang menyiapkan asuransi, sekolah, warisan untuk anak-anaknya sedangkan sangat jauh dalam menanamkan nilai-nilai akidah yang lurus pada sang anak. Benarlah, jika kehadiran anak bisa menjadi nikmat atau ujian untuk kedua orang tuanya.
Banyak pasangan yang tidak lama setelah menikah di anugerahi seorang anak, namun tidak sedikit pula pasangan yang masih harus menunggu lama, berdoa kepada Allah demi kehadiran buah hati tercinta. Dan inilah kita yang serba dalam kelemahan dan ketidaktahuan. Yakinlah bahwa ini adalah yang terbaik menurut Allah. Bukan Allah bermaksud menyiksa kita tapi Allah lebih mengetahui hikmah dibalik semua takdir. Hanya bersabarlah yang menjadi kunci utama dan beriman kepada takdir Allah. Jangan pernah menyesali pernikahanmu karena apa yang terjadi hari ini sudah tertulis 50.000 tahun sebelum roh ditiupkan ke jasad. Tetaplah menjadi wanita yang penuh dengan kesabaran dan kesyukuran.
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga).” (QS. Az Zumar: 10)
Wanita, mahluk yang dimuliakan islam cenderung memiliki hati yang lebih sensitif dan perasa jika dibandingkan dengan laki-laki. Tidak heran, jika sebelum menikah banyak sekali yang di angankan mengenai sosok sang pujaan hati kelak. Pria sholeh yang penuh romantisme seperti Rasulullah atau kejenakaan seperti Abu Nawas. Bukanlah hal yang salah jika seorang wanita memiliki kriteria tambahan dalam mencari pasangan selain dia adalah laki-laki yang sholeh, sah-sah saja. Tapi, sebaiknya tidak perlu di jadikan syarat mutlak karena kelak kekecewaan yang akan kita dapatkan.
Kadang kala kita bermimpi mendapatkan pasangan seromantis Rasulullah, sayangnya kita lupa bahwa diri belum sebanding dengan Khodijah, Aisyah dan Ummu Salamah. Suami yang Allah takdirkan ternyata jauh dari sifat romantis. Jangankan berlomba lari seperti Rasulullah dan Aisyah mengucapkan kalimat-kalimat mesra pun hanya hitungan jari. Yakinlah dibalik kekurangannya yang tidak pandai merangkai kata, mungkin saja ia laki-laki yang setia, penuh cinta dan bertanggung jawab.
Bagi pasangan yang menikah sesuai syariat yakni tanpa melalui pacaran yang haram, tentu akan banyak kejutan-kejutan di awal pernikahan. Setiap harinya kita seperti membuka kado-kado kecil dengan banyak kejutan di dalamnya. Sifat-sifat pasangan yang sebelumnya di ketahui satu demi satu mulai terlihat. Jangankan tidak pacaran, yang pacaran bertahun-tahun saja boleh jadi tidak tahu sifat aslinya karena ketika mereka menjalani hubungan yang haram semua hanyalah kamuflase belaka.
Ukhti, jangan pernah menyesali pernikahanmu hanya karena suamimu jauh dari seperti apa yang kau harapkan. Karena Allah lebih tahu mana yang terbaik untukmu. Syukuri apa yang kau miliki saat ini. Jangan lihat pada kekurangannya tapi lihatnya kelebihannya. Jangan sampai kita menjadi penghuni neraka karena sedikit sekali syukur kita tentangnya.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu." (QS. Al-Baqarah : 216)
“ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?” Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.” Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab:“Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)
"Istrimu bukan bidadari, dan kamu bukan malaikat...." (Ustad Syafiq Riza Basalamah)
2. Saudariku, Ia adalah Nahkodamu...
Kaum feminis, yang menyuarakan hak-hak wanita atas dasar HAM dan emansipasi membuat wanita lupa terhadap kodratnya. Sehebat apapun seorang wanita, secerdas, secantik maupun sekaya apapun ia, seorang wanita tetap berada dibawah kepimpinan suaminya. Pola pikir para kaum komunis sedikit banyak mengacaukan biduk rumah tangga. Wanita membangkang suami dan justru menjadi pemimpin dalam rumah tangganya. Munculah istilah suami-suami takut istri. Suami mulai kehilangan jati diri dan haknya dalam rumah tangga. Wanita dengan HAM nya merasa berhak tidak menuruti perintah suami jika dirasa tidak sesuai dengan kehendaknya. Dengan sangat mudah kata cerai terucap, perasaan gusar karena melakukan sesuai yang begitu Allah benci (cerai) pun sirna terbawa zaman.
Ukhti, sehebat apapun engkau diluar sana atau sebanyak apapun orang yang menaruh hormat kepadamu, dirumah kau tetap harus patuh dan taat kepada suamimu selama hal tersebut tidak keluar dari koridor syariat. Patuhi ia, bahagiakan hatinya dan jadilah pendamping dan istri terbaik karena surga akan menjadi lebih dekat.
3. Ketika, Keuangan Belum Menjanjikan
Mengingat kata uang, ana teringat satu kalimat dari seorang guru "Money is not everything, but without money, you are mothing". Uang memang bukanlah segalanya, tapi tanpa uang kamu tidak berarti. Kehidupan di dunia memang tidak pernah menjanjikan kebahagiaan yang haq kecuali bagi mereka yang orientasi hidupnya adalah kehidupan akhirat. Orang-orang kapitalis menjadikan uang adalah segalanya bahkan sampai mereka menuhankannya. Tapi bagi seorang muslim, uang hanyalah alat dan sarana yang tujuannya adalah untuk meraih ridho Allah.
Saudariku, rumah tangga tidaklah semulus jalan tol. Rumah tangga itu ibarat jalan di perkampungan, penuh liku, banyak batu dan kerikil. Ketika kau dihadapkan pada tikungan-tikungan yang tajam jadilah seorang pengemudi yang ulung yang selalu bersiap siaga memegang kendali. Saat ekonomi keluarga begitu sulit, jangankan membeli rumah untuk makan sehari-hari saja masih terasa kurang. Bersabarlah, nikmati hujan yang saat ini turun. Ingat akan selalu ada pelangi, jika kau tidak melihatnya di dunia mungkin saja pelangimu sedang menanti si surga.
Saudariku, syukuri seberapapun rezeki yang suamimu bawa pulang. Hiburlah ia dengan senyuman terbaikmu. Berikan ia canda tawa sebagai penghilang lelah. Jangan menuntut apa yang tidak suamimu mampu. Jadilah istri yang selalu bersyukur atas nafkah dari suamimu. Karena kita mahluk dunia yang bisa diperbudak uang, kita adalah hamba Allah yang menjalani hidup untuk menuju ridhoNya. Insya Allah.
4. Saat, Si Kecil Tak Kunjung Hadir
Salah satu tujuan menikah adalah untuk memiliki keturunan sehingga nasab akan terus berlanjut. Selain itu, ada jaminan amal yang tidak terputus dari anak-anak yang sholeh. Tidak sedikit orang tua yang menyiapkan asuransi, sekolah, warisan untuk anak-anaknya sedangkan sangat jauh dalam menanamkan nilai-nilai akidah yang lurus pada sang anak. Benarlah, jika kehadiran anak bisa menjadi nikmat atau ujian untuk kedua orang tuanya.
Banyak pasangan yang tidak lama setelah menikah di anugerahi seorang anak, namun tidak sedikit pula pasangan yang masih harus menunggu lama, berdoa kepada Allah demi kehadiran buah hati tercinta. Dan inilah kita yang serba dalam kelemahan dan ketidaktahuan. Yakinlah bahwa ini adalah yang terbaik menurut Allah. Bukan Allah bermaksud menyiksa kita tapi Allah lebih mengetahui hikmah dibalik semua takdir. Hanya bersabarlah yang menjadi kunci utama dan beriman kepada takdir Allah. Jangan pernah menyesali pernikahanmu karena apa yang terjadi hari ini sudah tertulis 50.000 tahun sebelum roh ditiupkan ke jasad. Tetaplah menjadi wanita yang penuh dengan kesabaran dan kesyukuran.
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga).” (QS. Az Zumar: 10)
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS. Al-Baqarah : 286)
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu)
Bersambung....
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu)
Bersambung....
Rabu, 25 Februari 2015
BERSAMA SEPEDA TUA, CERDASKAN ANAK BANGSA
BERSAMA SEPEDA TUA, CERDASKAN ANAK BANGSA
Mu’min Mmelmy,
pria kelahiran tahun 1952 ini merupakan salah satu warga asli Tasikmalaya. Bapak berusia 62 tahun itu berprofesi sebagai guru kursus bahasa Jepang
dan Inggris keliling di Tasikmalaya. Berbeda dengan guru lainnya yang mengajar
di sebuah tempat kursus, bapak Mmelmy (biasa dia disapa) justru membagi ilmunya
dengan mendatangi murid-muridnya satu persatu.
Uniknya, bukan sepeda motor atau
kendaraan berbahan bakar lainnya yang turut serta menemani pak Mmelmy dalam
mencari nafkah tetapi dengan sepeda. Sepeda tua berumur 14 tahun miliknya masih setia mengantarkan Pak Mmelmy kerumah para
murid. Jarak tempuh yang tidak sedikit terlebih hanya dengan bantuan sepeda, membuat Pak Mmelmy harus berangkat di pagi hari dan baru pulang saat hari
sudah malam. Pukul enam pagi Pak Mmelmy
sudah harus bersiap-siap berangkat kerumah murid-muridnya. Estimasi waktu yang dibutuhkan Pak Mmelmy untuk sampai ke rumah murid-muridnya berkisar satu sampai satu setengah jam perjalanan dengan sepeda. Walaupun keahliannya berbahasa Jepang di kalangan masyarakat Indonesia terbilang jarang, Pak Mmelmy tidak
serta merta memanfaatkan kemampuannya itu untuk menarik keuntungan besar. Terbukti dari tarif kursus yang
hanya sebesar Rp. 15.000 per muridnya.
Kemampuannya
berbahasa Jepang dan Inggris bukanlah semata-mata didapatkan karena ia pernah
tinggal di dua Negara tersebut, akan tetapi karena niat yang sebelumnya tidak pernah ia sengaja. Keahliannya berbahasa Jepang dan Inggris berawal dari sebuah kejadian
ketika ia masih bekerja sebagai pegawai Bank Bumi Daya 30 tahun yang lalu. Hal
ini bermula ketika meletusnya gunung Galunggung di Tasikmalaya.
Pada saat itu,
pengendalian lahar gunung Galunggung di pegang oleh Perusahaan Jepang yang
bernama Yacio Engineering. Dalam proyeknya, Yacio Engineering ini
melakukan kerjasama dengan Bank Bumi Daya dalam hal finansial. Kesulitan
komunikasi antara pegawai bank dengan pihak perusahaan Jepang membuat Pak Mmelmy
termotivasi untuk mempelajari bahasa Jepang dan bahasa Inggris dengan maksud
memudahkan komunikasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Mulailah
Pak Mmelmy mempelajari bahasa Jepang dan bahasa Inggris melalui buku-buku yang
dibelinya. Tidak berhenti sampai disitu usaha Pak Mmelmy untuk dapat fasih
berbahasa Jepang, Pak melmy juga pernah belajar bahasa Jepang di Japan
Foundation selama dua tahun dan lulus
dengan predikat tingkat lanjutan.
Pak Mmelmy juga
memiliki cerita tersendiri dalam usahanya mempelajari bahasa Inggris. Laki-laki
sederhana ini pernah menempuh kuliah di IKIP Tasikmalaya dan memilih jurusan extension bahasa Inggris. Sayangnya, pendidikan Pak Melmy di bangku
kuliah hanya bertahan sampai tingkat semester dua saja karena IKIP Tasikmalaya
harus pindah ke Bandung dan Pak Melmy harus mengulang dari awal semester. Pak
Melmy yang tidak ingin mengulang kuliah dari awal semester (karena jerih payah
belajarnya di IKIP Tasikmalaya selama 2 semester tidak diakui) lalu memutuskan
untuk berhenti dari bangku perkuliahan.
Bekerja menjadi
seorang guru kursus keliling dengan penghasilan yang terbilang kecil tentu
bukan menjadi keinginan Pak Mmelmy. Bangkrutnya bank tempat ia menggantungkan
hidup membuat Pak Mmelmy dan teman-teman seprofesinya harus mulai mencari
nafkah di tempat lain. Beruntung, Pak Melmy tidak pernah merasa putus asa. Ia
pun memanfaatkan kemampuannya berbahasa asing untuk menawarkan kursus bahasa Jepang
dan bahasa Inggris. Empat belas tahun Pak Melmy mengajarkan bahsa jepang dan
inggris keliling sudah 2000 anak tasikmalaya yang pernah belajar padanya.
Meskipun penghasilannya per bulan sebagai guru kursus keliling tidak pernah
lebih dari Rp. 2.000.000, Pak Mmelmy tidak pernah menyesali keadaannya. Dengan
polosnya, Pak Melmy menjelaskan hal terindah dalam hidupnya adalah ketika ia mampu memberikan
nafkah kepada keluarganya dan hal yang paling membuatnya sedih adalah ketika ia
tidak mampu menerima kenyataan hidup. Sederhana
bukan?
Jumat, 26 September 2014
Seuntai Kisah Di kampus Kita. . .
Cerita
dirumah kedua kita… (Almamater tercinta)
Sahabat,
tak terasa kita sudah hampir di penghujung hiruk pikuk kehidupan dunia
perkuliahan. Setelah lebih dari empat tahun berjuang memeluk segala tawa dan
tangis yang tidak jarang tercecer ketika diri sudah merasa lelah.
Sahabat,
ingatkah kalian dengan wajah-wajah lugu kita di sebuah ruangan asing dan memaksa
masing-masing dari kita untuk saling mengenal lagi mengakrabkan diri?. Aku,
dia, kau dan mereka yang tadinya bukanlah apa-apa dan siapa-siapa kini telah
menyatu dan menggoreskan bilah-bilah warna yang berbeda dalam kanvas persahabatan.
Dan sebagian dari kita bahkan menemukan belahan jiwanya disini, di tempat kita
pernah merasakan beribu-ribu rasa jenuh karena segudang tugas yang diberikan
oleh para dosen. Terlebih mereka juga telah melahirkan pejuang-pejuang baru
yang akan melanjutkan perjuangan mereka, ahh indah nian bukan?.
Sahabat,
ada banyak siluet-siluet kisah yang saat ini masih terbingkai rapi dalam memoar
ku. Tentang bagaimana kita menghabiskan malam-malam panjang bersama seangket
tugas laporan keuangan yang menuntut untuk diselesaikan secepat mungkin. Atau
ketika kita di buat bingung oleh si angka dua yang pergi entah kemana dan mau
tidak mau membuat kita terlambat mendekap rembulan dalam kehangatan, sedang
mentari sudah merengek-rengek untuk keluar dari peraduannya.
Sahabat,
kau tau perjuangan kita tidak hanya itu bukan?. Acapkali di awal bulan senyum
sumringah kita singgah hanya bagai sekedipan mata karena uang yang dengan susah
payah kita dapatkan harus kembali mengalir menuju bagian keuangan kampus yang
tidak jarang membuat kita harus menebal-nebalkan iman agar tidak tergoda dengan
nafsu yang perlahan terasa mulai mencekik ingin membeli ini dan itu.
Sahabat, ingat tidak wajah-wajah lusuh kita saat maghrib mulai menyingsing dan kita
harus kembali menegapkan pundak juga memasang telinga baik-baik demi mendengar
penjelasan dosen yang panjang namun tidak dikali lebar?. Hehehe ^^.
Dan
rasanya keringat demi keringat yang telah banyak terurai sudah hampir terbayar
dengan langkah kita yang sedikit lagi memakai toga dengan senyum simpul
menghiasi aroma-aroma kelulusan, insyaALLAH aamiin.
Sahabat,
namun bukan hidup namanya jika tidak dipenuhi dengan perjuangan dan airmata. Bukankah
besi harus dibakar terlebih dahulu untuk bisa menjadi layak digunakan?. Dan
semoga kita adalah besi tersebut. Semoga, tempaan selama empat tahun kebelakang
berhasil membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Sahabat, besar harap dan
jua doa semoga ALLAH melindungi segala perjalanan hidup kita menuju arah yang
diridhoi-NYA.
Sahabat,
kelak janganlah kita terlupa mengucapkan syukur akan apa yang telah kita
peroleh hari ini karena jika bukan karena ALLAH ridho tentulah ini tak kan
pernah terjadi. Lisankanlah bait-bait terimakasih kepada dua orang yang tidak
pernah melewatkan doanya untuk kita di sepertiga malam yang panjang. Ya,
merekalah orang tua kita yang senantiasa berada dibalik layar kesuksesan setiap
buah hatinya.
Sahabat,
kelak jika dikemudian hari aku dan kalian berhasil mewujudkan segala impian
yang pernah termaktub dalam buku harian kita janganlah lalai dan terbuai oleh
keindahan dunia dan melupakan segala rambu-rambu yang telah ALLAH tetapkan.
Karena iman adalah pancang dari sebuah rumah, yang jika tidak cukup kuat maka
hancurlah rumah tersebut.
Sahabat
ku haturkan sebanyak mungkin ucapan terimakasih kepada kalian atas setiap
kebaikan yang lakukan untuk ku. Semoga ALLAH senantiasa melindungi dan menjaga
kalian meski kelak kita berada pada bagian-bagian bumi yang berbeda.
Tangerang, 26 September 2014.
Senin, 25 Agustus 2014
Masalah datang, peluklah ia. . .
Dalam hidup kita seringkali dihadapkan pada peristiwa yang membuat dada kita sesak, pikiran buntu dan air mata pun ikut tumpah bersama segala kegundahan yang meraja. Memang, ada banyak babak kehidupan yang memberikan kita kenyataan yang tidak indah, maka siapakah dia? masalah, semua orang biasa memanggilnya begitu.
Seorang bocah TK bisa saja menjadi resah bukan kepalang ketika gurunya meminta untuk memperkenalkan diri di depan
(bersambung)
Seorang bocah TK bisa saja menjadi resah bukan kepalang ketika gurunya meminta untuk memperkenalkan diri di depan
(bersambung)
Minggu, 02 Februari 2014
Internet VS Remaja
Assalamualaikum
Warohmatullahi Wabarakaatuhu.
Perkembang
IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) secara tidak langsung mempengaruhi moral
remaja. Disadari atau tidak internet memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap
prilaku remaja saat ini. Oleh karenanya seorang remaja harus memiliki tameng
sebagai pengatur dan penyeimbang dalam kehidupan sehari-hari. Tameng terbaik
tentulah pemahaman akan syariat islam. Seorang remaja sebelum benar-benar
dilepas dan terjun langsung dalam dunia teknologi khususnya internet harus
sudah memiliki bekal agama yang baik.
Seperti
yang sama-sama kita ketahui, internet adalah jendela tanpa teralis dan kaca.
Setiap orang bebas mengakses halaman apapun yang ingin dikunjunginya. Hanya
dengan mengetikan kata kunci (key word), maka tersajilah berbagai web rujukan.
Kebebasan inilah yang sering membuat para remaja terlepas dari tali kekang.
Psikologi manusia tanggung yang serba ingin tahu ini membuat mereka kadang buta
untuk membedakan mana yang baik dan buruk serta mana yang boleh dan tidak.
Facebook
merupakan salah satu jejaring social dengan jumlah pengguna yang fantastis.
Pada kuartal ketiga di tahun 2013 (bulan September), facebook telah memiliki
pengguna aktif kurang lebih 1,19 miliar di seluruh dunia. Dan setiap bulannya
selalu terjadi peningkatan sebesar 18% dari tahun sebelumnya. Indonesia
menempati urutan keempat dari lima Negara pengguna facebook terbesar di dunia
(Amerika Serikat, Brasil, India dan Meksiko). Ada fakta unik dibalik peran
serta Indonesia dalam meningkatkan persentase pengguna facebook, yakni di tahun
2012 pengguna aktif facebook di Indonesia melebihi jumlah pengguna internet.
Hal ini dapat menjadi salah satu bukti satu orang memiliki lebih dari satu akun
facebook.
Mungkin
diantara kita tidak heran lagi jika melihat berita-berita criminal yang
bersumber dari facebook. Sudah menjadi rahasia umum bahwa facebook kini menjadi
sebuah sarana remaja dalam memperluas pergaulannya. Seorang remaja akan
mendapatkan banyak teman-teman baru, yang kemudian tidak segan dijadikan teman
berbagi suka dan duka. Tidak hanya itu, para remaja akan dengan mudah berasumsi
bahwa facebook adalah diary onlinenya, dimana segala permasalahan dituliskan
disana. Para remaja menjadi jauh lebih senang mengeluhkan kesedihan atau
berbagi kebahagiaan di jejaring social facebook. Mereka merasa facebook jauh
lebih ramah dibandingkan orang-orang disekitarnya. Seorang remaja merasa
puluhan komentar dari orang-orang yang bahkan tidak ia kenal adalah sebuah
empati. Jika di dunia nyata hanya segelintir perhatian saja yang ia peroleh
namun di dunia angan-angan (baca: facebook) semua orang serasa perduli padanya.
Padahal yang banyak itu belum tentu benar. Rendahnya konsistensi emosional
remaja biasanya dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan
hal ini kebanyakan menyerang remaja wanita. Para belia ini dengan mudah
melegalkan pacaran terlebih dengan orang yang baru dikenalnya dari layar monitor.
Bermula
dari agenda pacaran, lalu bertemu dan hal terfatal ialah hilangnya keperawanan
seorang gadis yang baru akan mekar dari kuncupnya. Jika sudah begini beribu
tetes airmata pun tiada lagi berguna. Dikarenakan hal tersebut, penanaman
akidah dan pemahaman agama sedini mungkin adalah sangat penting. Seorang remaja
dengan pemahaman agama yang baik tentu sudah mengetahui rambu-rambu dalam
mengendarai mobil kehidupannya di ranah maya (baca: internet).
“
Karena sesungguhnya setalah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Insyirah : 5-6)
“Dan
hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (Al-Insyirah : 8)
“Barangsiapa
beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berbicara yang baik atau
diam….” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika
setiap orang memahami ayat dan hadits ini tentulah halaman facebook akan bersih
dari kata-kata keluhan. Meskipun tidak dipungkiri iblis akan tetap menggoda
dari berbagai arah karena memang iblis telah berjanji demikian.
“Iblis
menjawab: ‘Karena Engkau telah menyatakan aku sesat, maka aku akan menghalangi
mereka dari jalanMu yang lurus. Kemudian aku pasti akan mendatangi mereka dari
depan, belakang, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati
kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf : 16-17)
Dan
sudah sepatutnya setiap muslim dan muslimah menyadari betul-betul batas
pergaulan antara lawan jenis dalam rangka menjalankan syariat Allah. Karena
setiap ketetapan Allah pastilah dipenuhi dengan kebaikan dan keberkahan.
“Dan
janganlah kamu mendekati zina, karena (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji,
dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’: 32)
“Wahai
istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu
bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara
sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah
perkataan yang baik.” (Al-Ahzab : 32)
Hendaklah
setiap orang dan tidak hanya remaja saja, memahami kepada siapa mereka
bergantung. Karena Allahusshomad, Allah lah tempat meminta segala sesuatu.
Karena manusia tiada berupaya sedikitpun kecuali dengan pertolongan Allah.
Semoga tulisan yang sedikit dan penuh dengan kekurangan ini bermanfaat untuk
yang membacanya terlebih sebagai pengingat ketika kita akan menuliskan sesuatu
di jejaring social ini, terutama para remaja. Karena facebook dapat membawa
banyak manfaat jika dipergunakan dengan baik dan bisa menjadi boomerang jika
salah dalam mengaplikasiannya. Kebenaran hanya milik Allah dan kesalahan adalah
murni milik saya sebagai manusia.
Wassalamualaikum
warohmatullahi wabarakaatuhu.
Senin, 21 Oktober 2013
Ikhwah Fillah, yuk jauhi ghibah!
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarakaatuhu...
Ikhwah fillah, setelah sekian lama tidak merambah dunia tulis menulis di media sosial blog, saat ini saya ingin berbagi ilmu yang tidak lain saya dapat dari majelis ilmu tempat saya dan teman-teman belajar dan mengkaji Al-Qur'an bersama-sama. Karena jelas sudah syari'at mengatakan 'sampaikan walau satu ayat'.
Kali ini kita akan membahas mengenai ghibah. Adakah dari saudara sekalian yang tidak tau apa itu ghibah?. InsyaALLAH kita semua tau tapi semoga ALLAH melindungi kita dari dosa ghibah ini. Aamiin. Bergunjing yang dalam bahasa arab disebut ghibah atau yang sering kita bergossip memang bukan lagi menjadi hal yang hina atau memalukan, karena faktanya gossip telah menjamur dan membudaya dikalangan kita semua. Mulai dari remaja, dewasa hingga ibu-ibu dan yang mungkin telah senja.
Banyak sekali acara-acara di televisi yang mengepack acara yang sebenarnya membuka aib orang lain dengan seapik mungkin. Sehingga bisa jadi ketika kita dituding telah ikut mengumbar aib saudara kita atau mengikuti acara yang mengumbar aib orang lain kita akan dengan mudah menjawab, "Siapa yang bergossip? Itu bukan acara gossip kok, toh yang dibicarakan tahu, bahkan di konfirmasi ke pihak yang bersangkutan langsung. Lalu dimana gossipnya?".
Innalillahi, jika sudah begitu terbahak-bahaklah syaithon melihat tingkah laku kita. Karena tipu dayanya telah berhasil membutakan iman kita. Menyamarkan yang haram menjadi mubah. Padahal ALLAH bukanlah makhluk yang bisa kita perdayai, ALLAH tau isi hati dari tiap-tiap kita meskipun kita memberikan seribu dalih.
"Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi di dalam dada". (Surat Gaafir : 19).
Boleh saja kita mengelabuhi manusia dengan bersilat lidah. Tapi sungguh ALLAH tidak seperti manusia yang serba tidak tahu, ALLAH Maha Mengetahui.
Memang ringan sekali rasanya dalam bergunjing, tanpa terasa sudah banyak sekali aib saudara-saudara kita yang kita beberkan. Sekalipun ucapan itu benar tetap saja ghibah terlebih bila salah akan menjadi fitnah.
ALLAH juga tidak segan-segan memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim.
"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa ALLAH lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang zhalim. Sesungguhnya ALLAH memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak." (Surat Ibrahim : 42)
Ayat di atas dengan sangat jelas balasan bagi orang-orang yang zhalim termasuk di dalamnya orang-orang yang membicarakan aib saudaranya. ALLAH juga menekankan bahwa ALLAH Maha Adil, Silahkan saja orang-orang zhalim berbahagia dengan tipu daya dunia. Namun ALLAH tidak pernah ingkar janji, bahwa adanya hari pembalasan. Dimana hari tersebut adalah menjadi awal kenikmatan orang-orang yang beriman, yang menunudukkan hawa nafsunya di dunia karena takut akan azab ALLAH kelak dan menjadi titik permulaan dari penderitaan yang kekal bagi orang-orang zhalim dan para budak nafsu dunia. Naudzubilahi min dzalik.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
" Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?. Para shahabat menjawa, "Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang tidak memiliki dirham, tidak pula memiliki harta". Lalu Nabi bersabda , " Orang yang bangkrut diantara umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, shaum dan zakat. Akan tetapi dia juga pernah mencela fulan, menuduh fulan, memakan harta fulan, dan memukul si fulan. Maka kebaikan yang ini untuk fulan yang ini, kebaikan yang lain untuk fulan yang lain, hingga ketika kebaikannya telah ludes sementara kezhalimannya belum terlunasi, maka keburukan orang yang dizhalimi akan diambil, lalau ditimpakan kepadanya dan ia pun dimasukkan ke neraka". (HR. Muslim).
SubhanALLAH, ALLAH lah seadil-adilnya hakim. Betapa meruginya orang-orang yang membicarakan aib orang lain. Amalnya kelak untuk membayar dosa-dosanya semasa di dunia hingga habis tanpa tersisa sedangkan dosa masih bertumpuk dan menggiringnya ke dalam kobaran api neraka.
Dalam majalah As-sunnah dijelaskan cara untuk bertaubat dari ghibah atau menggunjing adalah setelah taubatan nasuha dan memohon ampunan ALLAH serta berjanji sebisa mungkin takkan mengulangi adalag dengan kita mengucapkan kebaikan-kebaikan orang yang kita gunjing kepada orang tempat kita menggujingkan saudara kita tersebut. Misalnya A menggunjingkan/membicarakan si B kepada si C. Kelak setelah bertaubat, A wajib meralat gunjingannya tentang keburukan si B kepada si C atau dengan menceritakan kebaikan-kebaikan si B kepada si C. Jika tidak mampu hendaklah semampunya.
Haruskah meminta maaf kepada orang yang digunjing?
Pendapat yang rajih menurut syaikhul islam Ibnu Taimiyah, tidak ada tuntunan untuk meminta maaf kepada ornag yang digunjing, kecuali jika berita tersebut (bahan gunjingan) telah sampai kepadanya. Beliau mengatakan "Laa tu'dzi akhaaka marrataini"., "Jangan kamu sakiti saudaramu dua kali".
Meminta maaf berarti memberitahukan bahwa kita telah menggunjingnya. Dan itu berarti menyakitinya untuk kedua kali. Pertama, menggunjingnya. Dan yang kedua adalah pemberitahuan tersebut karena boleh jadi itu akan menyakiti hatinya. Kecuali jika dia telah mengetahui barulah kita meminta maaf kepadanya. Wallahu'alam.
Nyatanya tidak cukup hanya memohon ampun kepada ALLAH saja, tapi kita
juga harus meralat ucapan kita dan memperbaiki citra saudara yang kita
gunjung. Semoga dengan kita mengetahui betapa tidak mudahnya untuk
menebus dosa ghibah, membuat kita berfikir 100 kali sebelum kita
berghibah.
Ikhwah fillah yang dirahmati ALLAH, marilah kita renungi sudah berapa
banyak kita menggunjing saudara kita sesama muslim? Masih adakah amal
kita tersisa? Semoga ALLAH mengampuni. Moga manfaat!
Langganan:
Postingan (Atom)


